REALITA GENERASI PENERUS
BANGSA INDONESIA
Kita semua sebagai keluarga yang hidup
didalam satu Negara dan pemerintahan yang sama, hendaknya saling memberi
dorongan positif bagi kemajuan bangsa ini, terutama bagi kalangan remaja yang
notabene nya sebagai generasi bangsa yang akan meneruskan tongkat estafet bagi
terciptanya cita-cita bangsa Indonesia.
Kita tidak boleh senang karena merasa
saingan atau lawan kita berkurang dengan keadaan remaja yang terlanjur
terjerumus dalam jurang masa depan yang suram, ingat bahwa tujuan keluarga yang
hidup dalam satu bangsa ini, lawan kita yang selalu sulit untuk dikalahkan
adalah membuat Negara ini menjadi Negara yang maju, mandiri dan sejahtera serta
mempunyai daya saing dimata Dunia, ayo semua untuk mulai mengesampingkan kepentingan
yang imbas nya menimbulkan masalah bagi bangsa dan Negara ini, bukan saat nya
lagi perang saudara, mulailah sekarang merangkul sesama kita,besama-sama kita
tuntun dan kita bangun masadepan bangsa ini.
Para pemimpin yang terdahulu akan
sangat menyayangkan karena kita semua sebagai penerus generasi tidak
memanfaatkan suatu kondisi yang jauh lebih baik dari mereka secara maksimal,
kita semua sangat bersyukur karena kita tidak perlu ikut dalam peperangan
melawan penjajah, lihat generasi sekarang yang mulai kurang bijak dalam setiap
pengambilan keputusan, sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi, baik dari
lingkungan, keluarga, sekolah, dll.
Pekerjaan Rumah yang masih banyak dan
harus diselesaikan mengenai masalah dan nasib generasi muda penerus bangsa ini,
bukan berarti kita semua tidak melihat hal-hal baik dan prestasi yang sudah di
torehkan untuk Negara ini,pertanyaan mengapa tidak banyak lagi generasi muda
yang berprestasi demi membawa nasib Negara ini kedepan nya. Jangan pernah
bangga dengan hasil yang sudah kita capai saat ini, ingat, lawan kita Negara
lain sedang berlomba lomba dan berjuang menjadi yang terbaik, jika kita semua
berprestasi bukankah membawa bangga diri pribadi atau orangtua dan Negara ini??
Peran pemerintah juga sangat vital dalam
menjamin pendidikan dan mutu penerus bangsa ini, sangat disayangkan kualitas
pendidikan saat ini, dapat dikatakan masih sangat rendah, hal ini dibuktikan
dengan data UNESCO tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia, masalah
pendidikan di bangsa bukan saja karena kualitas intelektualitas yang masih
rendah, tetapi juga diperparah dengan degradasi moral generasi muda yang masih
belum bisa menyaring perkembangan globalisasi. Tawuran antar pelajar, sex
bebas, narkoba, dan tindakan asusila maupun pelanggaran hukum banyak mewarnai
pendidikan bangsa ini, bahkan hal ini dapat kita saksikan baik secara langsung
maupun dimedia masa, seharusnya kita semua bisa memanfaatkan globalisasi untuk
membuat bangsa dan negara menjadi lebih baik.
Penyalahgunaan narkoba, minum-minuman
keras dan pergaulan bebas merupakan beberapa perilaku negatif yang menunjukkan
bahwa telah terjadi anomaly pada generasi penerus bangsa ini, sehingga
mengakibatkan rusaknya masa depan Negara ini.Pergaulan penerus bangsa ini yang
bersifat negatif merupakan salah satu dampak dari munculnya era globalisasi
yang menyebabkan perkembangan teknologi dan masuknya kebudayaan barat menjadi
sangat pesat. Berkembangnya era globalisasi ini tidak diimbangi dengan
peningkatan kualitas budi pekerti seperti fondasi yang kuat tentang agama,
moral dan budaya sendiri sehingga budaya-budaya baru yang kontraproduktif
bahkan destruktif tidak dengan mudah memengaruhi gaya hidup penerus bangsa ini.
Saya pribadi melihat penerus bangsa ini sangat dibutuhkan strategi yang tepat
dalam mewujudkan pendidikan moral yang efektif dan aplikatif. Hal ini dapat
dilakukan dengan menjalin kerjasama antara tiga pilar penting dalam pembentukan
karakter, yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Masukan untuk kita semua, lakukan yang
terbaik untuk bangsa dan Negara ini, meski sepahit apapun yang bangsa dan
Negara ini berikan, jangan pikirkan, anggaplah prestasi kalian demi orangtua
dan keluarga kalian kelak.
Mohon saran, masukan, dan kritikan. Terimakasih

Tidak ada komentar:
Posting Komentar