Sabtu, 31 Januari 2015

Justice



            REALITA GENERASI PENERUS BANGSA INDONESIA
 Kita semua sebagai keluarga yang hidup didalam satu Negara dan pemerintahan yang sama, hendaknya saling memberi dorongan positif bagi kemajuan bangsa ini, terutama bagi kalangan remaja yang notabene nya sebagai generasi bangsa yang akan meneruskan tongkat estafet bagi terciptanya cita-cita bangsa Indonesia.
Kita tidak boleh senang karena merasa saingan atau lawan kita berkurang dengan keadaan remaja yang terlanjur terjerumus dalam jurang masa depan yang suram, ingat bahwa tujuan keluarga yang hidup dalam satu bangsa ini, lawan kita yang selalu sulit untuk dikalahkan adalah membuat Negara ini menjadi Negara yang maju, mandiri dan sejahtera serta mempunyai daya saing dimata Dunia, ayo semua untuk mulai mengesampingkan kepentingan yang imbas nya menimbulkan masalah bagi bangsa dan Negara ini, bukan saat nya lagi perang saudara, mulailah sekarang merangkul sesama kita,besama-sama kita tuntun dan kita bangun masadepan bangsa ini.
Para pemimpin yang terdahulu akan sangat menyayangkan karena kita semua sebagai penerus generasi tidak memanfaatkan suatu kondisi yang jauh lebih baik dari mereka secara maksimal, kita semua sangat bersyukur karena kita tidak perlu ikut dalam peperangan melawan penjajah, lihat generasi sekarang yang mulai kurang bijak dalam setiap pengambilan keputusan, sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi, baik dari lingkungan, keluarga, sekolah, dll.
Pekerjaan Rumah yang masih banyak dan harus diselesaikan mengenai masalah dan nasib generasi muda penerus bangsa ini, bukan berarti kita semua tidak melihat hal-hal baik dan prestasi yang sudah di torehkan untuk Negara ini,pertanyaan mengapa tidak banyak lagi generasi muda yang berprestasi demi membawa nasib Negara ini kedepan nya. Jangan pernah bangga dengan hasil yang sudah kita capai saat ini, ingat, lawan kita Negara lain sedang berlomba lomba dan berjuang menjadi yang terbaik, jika kita semua berprestasi bukankah membawa bangga diri pribadi atau orangtua dan Negara ini??
Peran pemerintah juga sangat vital dalam menjamin pendidikan dan mutu penerus bangsa ini, sangat disayangkan kualitas pendidikan saat ini, dapat dikatakan masih sangat rendah, hal ini dibuktikan dengan data UNESCO tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia, masalah pendidikan di bangsa bukan saja karena kualitas intelektualitas yang masih rendah, tetapi juga diperparah dengan degradasi moral generasi muda yang masih belum bisa menyaring perkembangan globalisasi. Tawuran antar pelajar, sex bebas, narkoba, dan tindakan asusila maupun pelanggaran hukum banyak mewarnai pendidikan bangsa ini, bahkan hal ini dapat kita saksikan baik secara langsung maupun dimedia masa, seharusnya kita semua bisa memanfaatkan globalisasi untuk membuat bangsa dan negara menjadi lebih baik.
Penyalahgunaan narkoba, minum-minuman keras dan pergaulan bebas merupakan beberapa perilaku negatif yang menunjukkan bahwa telah terjadi anomaly pada generasi penerus bangsa ini, sehingga mengakibatkan rusaknya masa depan Negara ini.Pergaulan penerus bangsa ini yang bersifat negatif merupakan salah satu dampak dari munculnya era globalisasi yang menyebabkan perkembangan teknologi dan masuknya kebudayaan barat menjadi sangat pesat. Berkembangnya era globalisasi ini tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas budi pekerti seperti fondasi yang kuat tentang agama, moral dan budaya sendiri sehingga budaya-budaya baru yang kontraproduktif bahkan destruktif tidak dengan mudah memengaruhi gaya hidup penerus bangsa ini. Saya pribadi melihat penerus bangsa ini sangat dibutuhkan strategi yang tepat dalam mewujudkan pendidikan moral yang efektif dan aplikatif. Hal ini dapat dilakukan dengan menjalin kerjasama antara tiga pilar penting dalam pembentukan karakter, yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Masukan untuk kita semua, lakukan yang terbaik untuk bangsa dan Negara ini, meski sepahit apapun yang bangsa dan Negara ini berikan, jangan pikirkan, anggaplah prestasi kalian demi orangtua dan keluarga kalian kelak.
Mohon saran, masukan, dan kritikan. Terimakasih  

Tidak ada komentar: