Rabu, 24 Juni 2015
MASIH INGATKAH KITA ?
MASIH INGATKAH KITA ?
Ada pemuda yang status nya mahasiswa.. Sambil bersantai dan menenggak kopi ditemani rokok kesayangan nya Gudang Garam.. Ia teringat ayah dan ibu nya dirumah, langsung pemuda UXX itu membuka hp.. Ia teringat ayah nya pernah BBM namun tdk di Read oleh si pemuda tersebut. Pertama kali yang dicek kontak BBM dengan nama Wxxxxxx
Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan dengan waktu yang berbeda. Pesan pertama, Pesan kedua…..dia membukanya.
Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.
Diapun mulai membaca isinya:
“Selamat pagi anak lakilaki bapak yang suka debat.. Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan BBM itupun karna HP bapak hilang dan ini dibelikan Rxxxx kakak mu.. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun Bapak dengan ibu mencoba sendiri untuk bisa yang mengirim pesan ke kamu.
Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !
Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa memamggil mangil Bapak, sudah bisa memangil mangil Ibunya”.
Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Masih ingatkah nak. Sewaktu TK anak lelaki bapak berbeda dengan anak lainnya.. Masa anakanak lah yang biasa nya banyak pengen ini itu, namun Nak, kamu hanya minta jajanan berondong.. Itupun kamu ditawarin apaapa hanya berkata dengan nada pelan "Manud Bapak, Manud Ibu"
Kamulah penghibur kami setiap saat.. walaupun sempat berhenti Sekolah TK O(kecil),
Bapak dan Ibu masih ingat.. Ketika sekolah kamu selalu ngambek sekolah kalau tidak ada yang nungguin.. Sampai sampai tiap ngantor Bapak dan ibu hampir setiap hari terlambat.. Mau bagaimana pun kamu tetap anak lakilaki Bapak ibu.
Saat kamu masuk SD 2, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan.. Masih ingat kah nak? Setiap kali kita berempat hendak pergi ke tempat eyang.. Dengan motor Astrea kita naiki berempat.. Bapak dan Ibu sangat menikmati dan bersyukur punya dua anak yang nurut.
Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.
Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu anak lakilaki dikeluarga ini yang kelak mengantikan Bapak.. Kamu tidak pernah nuntut tiap Bapak tanya mau minta apa.. Paling hanya jagung manis yang kamu minta di dpn Toko HP.. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai, tanggungjawab dan sukses.
Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam diam waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.
Ketika kamu masuk SMP 3.. kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu.
Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu-tahu kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari Bapak Ibu saat perlu-perlu saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.
Ketika mulai kuliah di UXX sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.
Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan-kawan mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?
Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.
Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.
Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah hampir 60.. Ibu pun sudah tidak bekerja.. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.. Ibu mu juga sering sakit-sakitan semenjak tempat kerja nya gulung tikar.
Bapak tidak minta banyak…
Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak dan Ibu. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.
Bapak rindu kamu naaaaak
Andaipun kamu sudah tidak punya waktu sama sekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Allah.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Allah.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali-kali mengabaikan Allah naak!
Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah hati. Jagalah iman. ”
Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira...................
Bersambung dulu yaa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar